Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Di artikel ini kami akan bahas tentang Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise. Salah satu jalan pintas untuk menjelang dunia bisnis yakni via sistem waralaba. Kenapa? Karena pembeli franchise nggak perlu ribet memulai usahanya dari nol. Pembeli franchise cuma tinggal melakukan usaha ini.

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Jadi seandainya tertarik bisnis dengan metode franchise, Anda nggak perlu pusing mikirin survei pelanggan, pengenalan merek, promosi, pemasaran, stok barang, perlengkapan dan kelengkapan. Malahan lokasi, iklan, serta pemasangan papan nama, sudah dibatasi oleh pemegang franchise. Semuanya sudah disiapkan dalam satu paket yang sepatutnya Anda bayar dengan harga tertentu.

Sistem waralaba memang mempermudah seseorang dalam berbisnis, bahkan bagi mereka yang sama sekali belum pernah terjun ke dunia bisnis. Pemegang waralaba lazimnya memiliki program tuntunan atau pelatihan bagi mereka yang membeli lisensinya. Jadi intinya, Anda tinggal siapkan uang atau modal karenanya segalanya akan beres.

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Jikalau dipandang sekilas memang gampang ya, tetapi ingat, modal yang diperlukan pastilah tak sedikit. Jikalau Anda berharap menjadi franchisee karenanya Anda seharusnya konsisten jeli mengamati peluang dan selektif memilih franchisor. Ya, pokoknya ada uang ada barang. Maksudnya franchise yang dibeli dengan harga mahal, pastilah kualitasnya berbeda dengan franchise yang dibeli dengan harga murah.

Yang berharga miliaran atau ratusan juta pasti beda dengan yang berharga sebagian juta saja. Entah itu merek dagangnya, mutu produk, manajemen, metode pemasaran, image dan juga fasilitasnya. Oleh sebab itu, Anda semestinya terampil-pandai memilih dan memilah mana waralaba yang Anda inginkan. Sesuaikan juga dengan keadaan keuangan tentunya.

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Berikut sebagian kiat memilih franchise

  • Pilih franchisor yang sudah benar-benar terbukti berhasil di bidangnya Hal ini dapat dilihat dari laporan keuangannya gerai yang dimiliki dan konsumennya.
  • Cari tahu berapa lama franchisor menekuni bisnisnya. Jadi Anda dapat tahu kredibilitas franchisor.
  • Pilih produk dan jasa yang memiliki pasar bagus, baik dikala ini maupun di masa mendatang.
  • Teliti bagaimana paket kerja sama yang mereka tawarkan. Ingat, ini bukan contoh beli putus! Franchisor yang baik akan memberikan paket lengkap, mulai dari penerapan merek, sistem manajemen, sampai pelatihan, pembinaan dan pendampingan bagi franchisee. Jadi ada transfer pengetahuan dan teknologi dari franchisor pada franchisee.
  • Pilih tipe franchise yang tarif pembelian franchise (franchise fee) dan fee lainnya masuk logika. Jangan mentang-mentang telah tenar, franchise fee-nya selangit.
  • Teliti bagaimana kualitas SDM yang dimiliki franchisor. Apabila peranan owner terlalu dominan, lebih bagus hindari saja ketimbang muncul dilema di kemudian hari.

Biaya franchise

Biaya awal, dimulai dari Rp 10 juta sampai Rp 1 miliar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh franchisor untuk membikin tempat usaha pantas dengan spesifikasi standar dari franchisor dan biaya pengaplikasian HaKI.

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Tarif royalti (franchise fee), dibayarkan pemegang waralaba (franchisee) tiap-tiap bulan dari laba operasional. Besarnya biaya royalti berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kumal. Biaya royalti yang pantas yaitu 10 persen. Lebih dari 10 persen lazimnya yaitu tarif yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.

Profit dan Kerugian Menjadi Franchise

Profit:

  • Nggak perlu pusing mikirin hal-hal yang berhubungan dengan operasional dan teknis perihal bisnis, segalanya sudah dikendalikan oleh pemegang franchise (franchisor);
  • Risikonya tidak terlalu tinggi, sebab Anda sudah bisa memperkirakan dari profit dan bisnis pemegang franchise (franchisor) sebelumnya.

Kerugian:

  • Butuh dana yang tidak sedikit;
  • Bagi mereka yang suka tantangan menjadi kurang menarik, sebab segala sesuatunya telah dapat diprediksi dengan seksama;
  • Bagi mereka yang ingin mengoptimalkan bisnis pribadinya, sistem waralaba tak cocok dengan mereka, karena semua sesuatu dipegang dan disesuaikan dengan pemegang franchise (franchisor).

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

Nah, kini mana yang akan Anda pilih? franchise atau memulai bisnis sendiri? Yang penting dari alternatif Anda yaitu jalankan keseriusan dan ketekunan dalam melakukan bisnis. Jikalau nggak serius dan tekun, percuma saja. Biarpun sistem manajemen sudah diwujudkan serapi dan sebagus mungkin seandainya Anda nggak sungguh-sungguh segala sesuatunya akan sia-sia.

Istilah waralaba

Berikut beberapa istilah mengenai waralaba

a. Arti waralaba

Waralaba atau franchising berasal dari bahasa Prancis yang berarti kejujuran atau kebebasan. waralaba merupakan hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Meski berdasarkan versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan atau memakai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

Atau dengan kata lain, pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

b. Arti franchise menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Suatu cara pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, ketika pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melakukan bisnis dengan merek, nama, metode, prosedur dan sistem-sistem yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi zona tertentu.

Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise

c. Definisi franchisor (pemberi franchise)

Badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menerapkan Hak atas Kekayaan Intelektual atau temuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.

d. Definisi franchisee (penerima waralaba / terwaralaba)

Badan usaha atau perorangan yang diberi hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan Hak atas Kekayaan Intelektual atau temuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Demikian informasi perihal Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Tips Membeli Bisnis Franchise, kami harap artikel kali ini membantu Anda. Mohon post ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *